Sajak Daun

Daun tumbuh tanpa setubuh
berawal mula dari tiada

Daun tumbuh di segala musim
menyegarkan rongga, sejuk

Daun tumbuh tersepoi angin
berayun hampir lepas, tapi tak

Kasih jatuh berawal bermula
tumbuh dengan penuh romantika

Pos ini dipublikasikan di ENTAHLAH, Puisi. Tandai permalink.

59 Balasan ke Sajak Daun

  1. bagus….suka banget kata" nya…selamat pagi…

  2. senja berkata:

    bagus banget buwel,…suka dgn pemilihan katanya ^^

  3. Newsoul berkata:

    Selamat pagi wel. Saya selalu suka daun. Apalagi daun-daun yang sedang berguguran. Memandangnya, seperti menemukan suasana jatuh yang indah.

  4. annie berkata:

    selamat pagi, mas Buwel … Sajak daun yang indah

  5. Pagi dengan iringan puisi yang romantis!

  6. Semoga kekasihnya semakin lengket! Amin!

  7. Hdsence berkata:

    sepertri kita yg tumbuh dan bermula dari tiadamenjadi nyata,, nice poem kawan…met pagi, salam

  8. dinoe berkata:

    puisi yang indah mas..maknanya dalam

  9. munir ardi berkata:

    semoga cintanya pun sanggup berkorban bagai daun yang rela gugur di musim kemarau agar pohon tetap hidup

  10. parfum berkata:

    wow so sweet…

  11. selalu dibuai oleh puisi yang penuh makna disini

  12. pulsa berkata:

    gimana caranya bwt puisi sebagus ini..

  13. keyboard yamaha berkata:

    wuuiihh….keren….

  14. notebook berkata:

    jaman sekarang ada puisi kya genewessss…

  15. Rosi Atmaja berkata:

    as usual, always simple but meaningfull, brother

  16. bonk AVA berkata:

    wehehehhe pemilihan katannya bikin puisi hidup….

  17. elok langita berkata:

    daun pun bersajak dengan indahnya..😀

  18. Pemilihan kata yg pas & enak dibaca.. kereeeen ^^

  19. joe berkata:

    kalau daun pintu bagaimana bang?

  20. attayaya berkata:

    daun muncul dan berkembang dari pohon dan ranting.pohon tumbuh di tanahtanah subur dari alammakajangan rusak alamsehingga pohon bisa tumbuhsehingga daun bisa berkembangsave our earthhmmmmm…….ga nyambung neh komenku

  21. waroeng coffee berkata:

    gak enak kalau tanpa setubuh🙂

  22. aulawi ahmad berkata:

    jadi daun dan kasih berbeda yak🙂

  23. Yohan Wibisono berkata:

    Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu..thx,slm kenal

  24. saka berkata:

    daun di timbun jadi kompos😀

  25. Zippy berkata:

    Daun oh daun, heheh…Kalo gak ada daun, pohonnya gan rindang😀

  26. Ali Mas'adi berkata:

    daun tumbuh itu hijau…coklat berarti daun mati..

  27. daunpun bersajak hehe :pbtw ganti casing blog ya

  28. Sigit berkata:

    aku sedang menikmatinya..

  29. eka berkata:

    "tumbuh penuh romantika"Hmm, mesranya.

  30. Inuel Nyun's berkata:

    owh so sweettttttttttttt…….., daun tumbuh, bukannya itu cocor bebek yang jatuh😛

  31. catatan kecilku berkata:

    Kenapa kata di bait terakhir dimulai dengan kasih, bukan daun..? *ga ngerti*

  32. the others.. berkata:

    Aku suka bait terakhir… karena aku ngerti maksudnya hehehe

  33. Anak Rantau berkata:

    Membaca dan menghayati…Hemmmm… maknanya begitu dalam …Anak Rantau

  34. daun hm..jadi inget musim gugur.

  35. baru nyadar mas achen cat rumahnya ganti ganti terus :)daunn…………….oh daun….

  36. TUKANG CoLoNG berkata:

    alur jalan cinta kayak daun

  37. andie berkata:

    mantap! hijau dauuun!!

  38. Umy Diary berkata:

    seperti dedaunanberjatuhan ditamanhahaggaass, teringat saat kau tak disini

  39. Lone Fighter berkata:

    skali2 bkin puisinya tntang daun pintu ma tlinga dunk, biar sru, he..he..he..

  40. Yohan Wibisono berkata:

    Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu.Saya tunggu kunjungan anda di blog saya. thx,slm kenal

  41. rosanakmami berkata:

    aihhhdaunnya sejuk euy, enak itu duduk2 siang hari di bawah rimbun dedaunan, hmm..selamat hari senin, buwel..semoga hari ini menyenangkan😀

  42. Arif Chasan berkata:

    keren… kata demi katanya mengalir… ^^

  43. NURA berkata:

    salam sobatsip banget puisi penuh artiapalagi yg "daun tumbuh tanpa bersetubuh, berawal mulia dari tiada"

  44. 7 taman langit berkata:

    baguskeran sajaknya

  45. ieyas berkata:

    puisinya ciiippppp dehh..😀

  46. Sudino Dinoe berkata:

    Puisi yg indah mas…btw saya senang hari ini blog mas buwel terasa lebih ringan, dan hp saya langsung bisa koment mas

  47. Sudino Dinoe berkata:

    Btw ini template baru ya mas? ..met sore ya mas

  48. julianusginting berkata:

    puisi yg sangat menyentuh..hehe..

  49. reni berkata:

    Selamat malam… apa kabar ?

  50. WONG SIKAMPUH berkata:

    Mas tolong bikin kan puisi kocak tentang Gunung kembar

  51. Sudino Dinoe berkata:

    Sajak yang indah mas

  52. Assalamu'alaikum… :)nuwon sewu Pak Buwel/achen….kuo mangge lewwat XDgak ngerti artinya apa'an😄

  53. PRofijo berkata:

    Daun tumbuh dalam riang sendunya alam

  54. Rubiyanto berkata:

    siep, keren puisinya ….

  55. TUKANG CoLoNG berkata:

    kembali membaca sajak daun ini..:)

  56. Elsa berkata:

    eh nggakd musim autumn, daun tidak tumbuhmalah gugur

  57. Sajak yang sederhana namun indah bang…

  58. Anazkia berkata:

    Hayah.. tambah indah aja puisinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s