Komentar M Faizi Tentang Tipografi Menipu Arti

Di notes FB nya Buwel Cikrik, ada komentar dari Sobat M Faizi yang cukup menarik; Beliyyaw mengomentari notes FB yang kalau di postingannya di blog Buwel itu Puisi Tuhan Adalah Engkau. Komentarnya Beliyyaw berjumlah dua:
Pertama:

M Faizi Guluk-Guluk
tipografi menipu arti

Kedua:
M Faizi Guluk-Guluk
numpang mejeng dikit, kang…

Aku berlindung dari sajak penyair
yang menyepuh hak kepada batil
karena kebenaran yang disamarkan
pada majas menipu tafsir

Aku berlindung kepada Allah
yang melaungkan jalan pulang
bagi puisi di rimba bahasa
menulis sekarang untuk esok dan lusa
membaca yang fana untuk yang baka

Namun, Saya hanya akan mengeshoot dari komentar2 diatas pada kata Tipografinya saja; sebagai lanjutan dari Anatomi puisi menurut Marjorie Boulton dan Tentang Inversi di Puisi.Tentu saja semampu saya atau sepengetahuan saya saja. He.

Tipografi

Tipografi atau disebut juga ukiran bentuk. Dalam Puisi didefinisikan atau diartikan sebagai tatanan larik, bait, kalimat, frase, kata dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa dan suasana. Ehng, jadi kalo dinisbatkan ke anatomi puisi menurut Marjorie; Tipografi ini masuk pada unsur yang pertama.🙂

Tipografi ini mengalami perkembangan dan perubahan semenjak muncul aliran ekspresionisme, sekitar sesudah perang dunia pertama kalo nggak salah. Kalau di puisi tradisional milik kita, seperti Pantun, Syair, Gurindam ataupun Talibun, serta Seloka; Tentu bisa dilihat dengan jelas bentuk susunan yang teratur. Katakanlah terpola abab pada pantun. Nah Di Puisi2 ekspresionisme ini susunannya terkadang tak terpola. Meskipun si Penyair ekspresionis terkadang menggunakan pola2 tipografi puisi tradisional juga.

Namun, tak berarti Puisi modern atau ekspresionis katakanlah menjadi tak berdasar; hingga hanya karena supaya dibilang ekspresionis menjadi tak berdasar; itu enggak.

Penyair2 ekspresionis tentu memiliki kaidah tersendiri dalm menyusun puisi2 nya untuk menimbulkan kesan tertentu yang dirasakan sendiri hinga puisi itu tercipta.

Dan contoh contoh tentang bentuk atau tipografi di Penyair2 Kita tentu banyak sekali. Yang saya ingat puisinya Sutardji C. Bahri yang Ah kalo nggak salah.

————————
Dan sebagai penutup, Saya menuliskan link2 tentang Sobat M Faizi ini, Sebagai rasa terimakasih Saya tentang Komentarnya Beliyyaw hingga tercipta postingan tentang tipografi ini:

~http://m-faizi.blogspot.com/
~http://kormeddal.blogspot.com/
~http://www.myspace.com/sareyang
~http://kormeddal.multiply.com/
~http://titosdupolo.blogspot.com/
~http://www.sastra-indonesia.com/2010/03/puisi-puisi-m-faizi-4/
~http://www.facebook.com/people/M-Faizi-Guluk-Guluk/1280062425
~http://indonesiatera.com/M.-FAIZI.html
~http://sintayudisia.wordpress.com/2009/05/11/resensi-the-road-to-the-empire-catatan-indah-dari-kiai-faizi/
~http://blogs.myspace.com/sareyang
~http://www.sastra-indonesia.com/2009/01/prosa-prosa-m-faizi-4/
~http://www.luziansya.com/search/Sastra+Gerilyawan:+Puisi-Puisi+M.+Faizi

Dan Salam…

Pos ini dipublikasikan di Asal nyoret. Tandai permalink.

23 Balasan ke Komentar M Faizi Tentang Tipografi Menipu Arti

  1. duh, manggut2 bingung.

  2. nietha berkata:

    ikutan mbak fanny ngangguk bingung aja deh

  3. sapta berkata:

    ikutan jg ahh.. mangut2..hehe…keren mas.. semangat yaaww..

  4. Cerita Tugu berkata:

    bisa baca doang, namaun bingung, maaf ngga tahu puisi

  5. zenteguh berkata:

    wah, pencerahan yang indah buat saya mas. Analisis puisinya top

  6. waroeng coffee berkata:

    wah bahasa para penyair memang hebat…tq dah berbagi ilmu🙂

  7. aulawi ahmad berkata:

    kritikan beliyau itu cukup tajam ya, jadi pingin tahu argumennya brother achen/buwel nih hehehe

  8. Delia berkata:

    akhirnya lia mendapat ilmu baru mengenai tipografi.. :)makasih mas Achen… sungguh aq ingin sekali bisa membuat puisi… tp kok susah ya😦

  9. kunjungan balik sobat nice info

  10. menikmati ulasan-ulasan cerita puisi di sini…thanks infonya…

  11. Sudino Dinoe berkata:

    Makasih penjelasannya mas a-chen..jd tau tentang tipografi itu

  12. fajar berkata:

    wuiih..memang ulasan yang mantap….dari sang jago puisi….

  13. keren postingannya mas…:)

  14. Wiwied berkata:

    ::: wah berat yah…. headline nya sempat membuat aku bingung,,, tipografi menipu arti ^-^

  15. ::: jujur,,, syair itu sangat indah,,,, apalagi di atas itu tertulis yng paling dalam adalah,,, membaca yang fana untuk yang baka…. aih perumpamaan yang indah buanget

  16. odonk's berkata:

    waduh binun ane om…tp kekya nice bgt y klo ane ngrti…

  17. odonk's berkata:

    wah binun om..tp keknya nice bgt klo ane ngeti…

  18. julianusginting berkata:

    pencerahannnnn…heee..

  19. Elsa berkata:

    wah gilaaaaaaasastra indonesia banget.aku yang lulusan sastra indonesia aja udah lupa yang begituan. heheheheeejadi malu

  20. JUN berkata:

    masih bingung dengan arti typografi😉

  21. the others... berkata:

    Aku suka puisi karya Sutardji Calsum Bahri..!😀

  22. M. Faizi berkata:

    loh…loh…loh…he..he..he..he.he.kok tiba-tiba di sini?(tolah-toleh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s