Menara Keindahan

Tak mungkin Kau capai Menara
lalu bergelak tawa
memeluk terus bercinta
Kalau hanya berpangku tangan
tanpa perjuangan

Tajamkan matamu
zaman sekarang sulit bedakan
Mana terang Mana Kelam

Kepalkan tanganmu
Tinju kemunafikan
Hantam semua rintangan

Dan bukankah hidup adalah perang sepanjang hari
Pergelutan panjang tanpa henti

Hidup untuk mati
Mati Untuk Hidup memandang keindahan abadi

Pos ini dipublikasikan di Akal, Puisi. Tandai permalink.

100 Balasan ke Menara Keindahan

  1. Anazkia berkata:

    Buwel ikutan kontesnya nulis puisi aja. Nanti, kalau karya pemenangnya dibukukan, khan bisa untuk pembuka *Anaz bukan ngeledek*

  2. Anazkia berkata:

    kok Anaz dah gak terbuwel lagi yah dimari…??? :((

  3. Rock berkata:

    Kepalkan tanganmuTinju kemunafikankeren… keren…

  4. hendro-prayitno berkata:

    intinya harus tegar ya sob?

  5. Ratasoe berkata:

    Wah puisinya kaya perjalnan sang sufi ny mas buwel..salut dh

  6. Eve berkata:

    smangat berusaha..begitu ya mbak..😀

  7. Eve berkata:

    eh.. maaf mas..kirain mbak..maaf ya..😉

  8. alamendah berkata:

    Yang pasti musti optimis dan terus berjuang sekuat tenaga

  9. Itik Bali berkata:

    Puisimu semakin lama semakin tajamseperti mengepalkan tinjumenghantam langithebaaaattt..

  10. TUKANG COLONG berkata:

    kalo ddefinisi saya, menara keindahan itu=mercusuar. indah banget

  11. quinie berkata:

    hm.. sedang mencerna… apakah menara itu? kok ada bercinta2nya?

  12. aulawi ahmad berkata:

    bener banget brother, hidup ini perjuangan n tak boleh berpangku tangan hmmm seronok sangat paduan katanye🙂

  13. nietha berkata:

    makin ga mudeng wel.. met pagi ya?

  14. dinoe berkata:

    puisi yang indah mas…maknanya dalam benar….

  15. Rianmon berkata:

    kayaknya perlu ikutan kontes puisi mas, sayangkan puisi bagus2 g coba diekspos untuk ajang yang nantinya bisa jadi membawa rejeki…!!!!semangat terusssssssssss……………!!!!!!!!!

  16. wah, puisi yg penuh spirit….

  17. Dhe berkata:

    betul..betul..betul..hidup tu kegiatan, usaha, perjuangan. pokoknya ga diam bwt temukan yg terbaik. wlo mati di depan mata. ya ga? *kok dhe skrg pikirin mati truzz yah.. emm..seakan2 sbntar ge mati.. gt truzz.. hehehe, kadang kerasa dekat banget, tp dengan baca ne puisi jd sedikit semangat de [jah jd curhat, kwekekke -datang2 curhat-]

  18. senja berkata:

    ada yg bilang puisiku biru kelabu,…dan ternyata puisi buwel adalah biru terang,menggambarkan semangat dan optimisme ^^nice poem buwel ^_*

  19. mampir pagi kang buwel

  20. Lilah berkata:

    Hidup untuk matiMati Untuk Hidup memandang keindahan abadi…kalimat ini sungguh bagus.

  21. fahrizal berkata:

    hidup mati adalah sebuah pilihan yang sangat relatif … banyak orang yang memilih untuk hidup, namun banyak pula yang memilih mati dengan asumsi mereka masing-masih …

  22. hryh77 berkata:

    setubuh mas.. tetep semangatttt..😀

  23. catatan kecilku berkata:

    Bagus juga puisinya… Ayoo tinju kemunafikan…

  24. the others... berkata:

    Jika dipikirkan, hidup memang pergulatan… ^_^

  25. Rahad 2 Six berkata:

    ikutan lomba puisi aja nih..bagus puisinya…

  26. readhermind-dy berkata:

    iyaaa.. ga bs, kalo hanya berpangku tangan..

  27. Rizky Kharisma berkata:

    less talk do more🙂

  28. waroeng coffee berkata:

    judulnya aj dah menarik "menara keindahan" apalagi tautan katanya hmmm, tq puisinya brother Buwel🙂

  29. Kang Sugeng berkata:

    Yup harus tetap tegar. Semangat bng puisinya kali ini

  30. Gema berkata:

    hidup adalah pelaksanaan kata kata dan cinta adalah hiasannya

  31. attayaya berkata:

    hidup untuk berbaktihidup untuk mengabdihidup untuk matibikin hidup lebih hidup(ooopsss yg terakhir kok jadi iklan)

  32. Rawins berkata:

    yang penting bukan menara kesombongan macam babel yah..?

  33. Inuel^-^ berkata:

    dus.. pergi kau pembuat resah😀, tinju bok😀

  34. Etha berkata:

    kereeeeeeennnnnn

  35. Ratasoe berkata:

    Ane brkunjung lg mas buwel..sukses sll ya

  36. soewoeng berkata:

    kapan kita mati ya bro

  37. Aby Umy berkata:

    "Tajamkan matamuzaman sekarang sulit bedakanMana terang Mana Kelam"mantab2sukses terus sob

  38. Reza Fauzi berkata:

    jadi pengen nulis puisi juga..😀

  39. Newsoul berkata:

    Puisi heroik. Makin mantap aja wel.

  40. siroel berkata:

    wah, puisinya berapi-api mas…tinju mas buwel!!! hahaha…

  41. berpikir positif berkata:

    hidup memang susah ditebak jadi mari jalani dengan bersahaja

  42. NaiCaNa berkata:

    hidup atau mati merupakan pilihankerena keindahan adalah diciptakan bukan dicari🙂

  43. Fauzan berkata:

    dalam sangat abang nih kalau bikin sajak. sampai saya sulit mencerna. mungkin karna masih ada logat melayunya.😀

  44. Sudino Dinoe berkata:

    Puisi yang indah mas…

  45. Keindahan abadi hanya ada pada-Nya.

  46. Wiwied berkata:

    ::: dalam oh dalam pencernaan saya nih ya ^-^v, ini maksudnya posisi puncak tak akan dicapai tanpa kerja keras gitu? ^_6v::: udah ikutan aja kontes lagi dari mba Fanny again ^-^v

  47. hendro-prayitno berkata:

    jaman sekarang sulit bedakan mana yang terang dan kelam,,memang seperti itu

  48. bluethunderheart berkata:

    mantebkerenajarin bleudong,mazsalam hangat dari blue

  49. etha berkata:

    yyy, iyyaaa lahh gag sampaii kan menarraaa nyahh tinggiii.. hahahha k'priibeenn tokhh mas.. mass…

  50. Abdul hafizh berkata:

    Hidup untuk mati,,Mati Untuk Hidup memandang keindahan abadi ..Filosofinya mengena sob ..

  51. anyindia berkata:

    makan untuk hidup (lho?)

  52. Leader Street berkata:

    Kepalkan tanganmuTinju kemunafikanHantam semua rintanganwah ini motivasi hidup nih, bisa diterjemahkan lebih jauh

  53. extreme webz berkata:

    puisi terbaik nih, bisa dicontek untuk pergelaran

  54. AISHALIFE-LINE berkata:

    Hu,keren puisinya bro.Setuju,ikut lomba lagi bro.Btw,selamat ya,atas kemenangannya meraih novel.

  55. marsudiyanto berkata:

    mari mendaki menara keindahan bersama2…

  56. Fajar berkata:

    ketika saat ini banyak manusia bermuka dua…..

  57. attayaya berkata:

    hidup adalah perjuanganlife is full of struggleand…don't throw the diceif you can't pay the price

  58. Aby Umy berkata:

    sobat, kok aku gk bisa ya pasang replay di komentar kayak diblog mu ini"404"

  59. akhatam berkata:

    Tangguh Hadapi semua Kegelapan!!!!!!!!!Mantaphh puisinya!

  60. Dinoe berkata:

    Indah puisinya mas..penuh makna

  61. Darin berkata:

    Hebat, koq jadi kayak puisi revolusi ya hehe.Hidup revolusi!🙂

  62. aura pelupa berkata:

    Aku ingin berada di keindahan abadi!

  63. aura keyboard berkata:

    Ada yang abadi! Sudah cukup belum ya bekalku?

  64. tapi matinya yang bener khan,hingga menemui keabadian yang indah….

  65. TUKANG COLONG berkata:

    kunjungan jumat..:)

  66. p.h.i.e berkata:

    Chayooooo!!! hehe

  67. Muhammad Qori berkata:

    Bagaimana seandainya menara itu roboh…dilanda keraguan…dihempas kenyataan…hanya bisa menjawab adalah Tuhan.

  68. penghuni60 berkata:

    keren bgt nih sob, jago jg ya🙂

  69. attayaya berkata:

    met siang bang achen

  70. hidup untuk matimati untuk hidupkerrrrreeeeeeeeeennnijin copas buat status pesbuk yah mas ehheheh

  71. PRof berkata:

    Hidup adalah medan perang penuh ranjau….Kepalkan tangan, tinju kemunafikan..!

  72. Okezane berkata:

    dari dulu sampai sekarang kang buwel tetep aja hebat bikin puisihehehengomong-ngomong, kang buwel masih inget Blog Gabus? Sekarang saya pindah rumah…Maaf baru bisa mampir

  73. bonk AVA berkata:

    yooooooooo spirit banget poemnya…. chairil anwar baru nihhhhh…. kata katanya dasyat broooo….

  74. Tukang komen berkata:

    sipp… kepalkan tangan, masju bersama-sama membangun asa…. semangat brooo…..

  75. daniledan berkata:

    gak di ragukan lagi anda memang seorang pujangga sejati

  76. wow…, puisi yang sangat menyentuh dan perlu menjadi pelajaran untuk manusia untuk menjadi yang lebih baik…salam dari http://shiddiqblog.com

  77. Abdul Hafizh berkata:

    Sob,, saya datang bawa tag dan award nih .. Silahkan diambil yah .Visit me back.. ^^

  78. rezKY p-RA-tama berkata:

    bahasa tinggiaku gak sanggupheheheberkunjunghehehe

  79. lyna riyanto berkata:

    hidup memang harus diperjuangkan keren masdengan kekuatan penuh sepertinya..

  80. genial berkata:

    hidup itu emang panjang… tp katanya sii… hidup setelah mati itu jauh lebih panjang😦

  81. Ipin's cool berkata:

    Hidup untuk berjuang menghadapi kematian demi keselamatan hidup yang hakiki dan abadi

  82. Matodis berkata:

    mantappp puisinya sobbb salut anee dehhh ajarin dunk sobb

  83. dan takkan ada yang pernah abadi kecuali keabdadian San Pencipta

  84. Theater Maya berkata:

    asalamualaikum .. peperangan antara emosi dalam hidup dan pencapaian dari nilai perjuangan..nice share follow me back i followed you sob

  85. buwel berkata:

    testing, maaf neh ge jareang updete… :-((

  86. Fais cWaKep berkata:

    puisinya kerennnnnnnnn…..

  87. marsudiyanto berkata:

    Semoga kita bisa mencapai menara keindahan…

  88. Sudino Dinoe berkata:

    Puisi yang indah mas..met weekend ya

  89. Laksamana Embun berkata:

    Puiisi yang sarat akan mkna..Thanks sharenya Mas

  90. Delia berkata:

    Kalo cuma melihat tanpa perbuatan menara itu tak kan mungkin dipanjat…begitu ya mas maksud nya..:)usaha.. usaha.. dan usah…

  91. attayaya berkata:

    pengen ke menara pisa

  92. TUKANG COLONG berkata:

    Jumpa lagee sobat..🙂

  93. Munir Ardi berkata:

    ayo putra bangsa romabk semua tirani ketidakadilan

  94. catatan kecilku berkata:

    Kok lama belum update…? Sibuk ya..?

  95. Rubiyanto berkata:

    ya ya, perjuangan hidup adalah segala usaha untuk tetap eksis, tanpa itu kita sama dengan tiada ….

  96. mas buwel..aku datang lagi…lagi ngarang puisi lucu ya? hehehe…

  97. Sudino Dinoe berkata:

    Puisi yg keren mas…

  98. akyu datang lagi mas ke menara ini..

  99. Elsa berkata:

    jadi inget bukunya 5 menara yang kisah santri gontor itu…

  100. Jabon berkata:

    mampir nich,,,salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s