Sajak Langit dan Laut

Ketika langit terus diam
begitu tenang, memerahbirukan bayangan gamang
dari mulai mata ini memandang
sampai sekarang masih seperti karang
tak berarti ia tak boleh menerima perubahan
dan lalu dikatakan itu adalah kekal

Ketika laut terus mengamuk
mendebardeburkan ombak, liar
dan terus selalu bergerak
semenjak nenek moyang berbenak
dan entah mungkin selalu begitu dari dulu
hingga kini aku bersajak
tak mesti dan tak bisa diartikan
bahwa ia tak bisa diam dan terus disimpulkan
itu adalah keabadian

Pos ini dipublikasikan di Akal, Puisi. Tandai permalink.

48 Balasan ke Sajak Langit dan Laut

  1. U-marr berkata:

    deburan ombak itu memang sebuah keabadian, tapi juga deburand ombak bergerak, memang udah takdirnya harus gitu kali ya.??😀

  2. anazkia berkata:

    Membaca sajak ini sebentar, seblum tidur🙂

  3. anazkia berkata:

    Bentar Wel, bawa2 komennya mas Pras ke sini, Anaz nyengir aja baca komenan dia di FB😀. Keknya musuh bebuyutan tuh ama Buwel :))

  4. Dimas berkata:

    nggak ngerti soal sajak, numpang mampir aja….

  5. Ratasoe berkata:

    Brknjung malm sob😉, wah tmbh lma tmbh dalam ny syairx..susah ya, memang sudah bkt hehe..ap yg diliat dn dinger bsa menjd puisi atau kata yg brmakna..

  6. Quinie berkata:

    lalu dimana pantai?

  7. akankah langit akan selalu tenang?atau akankah laut selalu diramaikan oleh debur ombak?dan semua kembali pada kegamangan?met malem kang…maap komentarnya kalo kagak nyambung…antuk hihi…tp moga berkenan…*tarik selimut*have a nice dream kang…

  8. dinoe berkata:

    puisi yang penuh makna mas..keren dan sangat bermakna di hati

  9. aviorclef berkata:

    -_-_-_-_-_-_- cosmorary -_-_-_-_-_-_-SALAM BLOG!Assalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh.Wah maaf baru mampir lagi setelah sekian lama.Wah templatenya kerena abis…..Designnya mantaph….Aku mau balas sajak akh…"Lihatlah aku ini…Berlagu sajakSampah comberanTiada nilaiadfuh bingung mau lanjut gimana…TIba-tiba inspirasi mempet nih…Huaaaa"BTW keep writing ya mas…."Peace^____^-_-_-_-_-_-_- cosmorary _-_-_-_-_-_-

  10. Dinoe berkata:

    Puisi yg indah mas..met pagi ya mas..

  11. Munir Ardi berkata:

    selalu kehilangan kata setiap membaca puisi disini

  12. keadadian akan terwujud apabila kita sudah mendapatkan ketentraman dan ketenangan jiwa.. itulah keabadian yg diindinkan.. heheh..😀

  13. sapta berkata:

    jika tak bisa diam, maka bergeraklah, jika tak bisa disimpulkan, maka simpulkanlah.. dari simpulan itu, lahirlah sebuah keabadian yg nyata..😀

  14. Rock berkata:

    Keren puisinya sob… Laut mengamuk… hahaha…

  15. Newsoul berkata:

    Ombak dan laut buat saya selalu menggetarkan. Puisi yang dalam wel.

  16. ajeng berkata:

    Yg diam,diajak komunikasi saja. Yg mengamuk,ditenangkan dulu.. *Halah, opo iki? Enggak nyambung..*

  17. Aulawi Ahmad berkata:

    kata-kata yang bermakna dalem🙂

  18. waroeng coffee berkata:

    membaca ini sambil minum kopi, buat lebih terhanyut🙂

  19. Aulawi Ahmad berkata:

    ewod dariku lum dipajang ye🙂

  20. nietha berkata:

    mampir pagi ya wel

  21. richo berkata:

    laut tahanlah gemuruhmu jauhkan dari bencana ombakmu

  22. aya berkata:

    numpang baca ya…lam kenal

  23. eca berkata:

    thats cool

  24. HoneyBUZZin berkata:

    ..sesuatu yang tidak kekal…? hmmm…

  25. Dhe berkata:

    Baca ne puisi, kok jd kepikiran..seolah langit adalah wanitadan laut adalah pria yah?emm…

  26. nuansa pena berkata:

    Deburan ombaknya merupakan cara laut bertasbih!

  27. nuances pen berkata:

    Aku suka laut dengan pasir putih di pantainya! Kuingin berbaring menghitung bintang dimalam hari! Tapi kalau malam airnya menuju pantai!

  28. Kurindu suasana pantai, dengan hamparan pasirnya yang lembut, dengan perahu penuh ikan ketika pulang! Rasa syukur yang terpancar para nelayan, pemandangan yang indah dan penuh kebahagiaan!

  29. nuansa pena berkata:

    Coba pakai url, tadi tidak bisa muncul! Deburan ombak mungkin merupakan cara laut bertasbih!

  30. Ali Mas'adi berkata:

    bahwa mereka pun tak jua kekal dan abadi..hanya Dia yang kekal dan abadi..

  31. attayaya berkata:

    ketika debur laut menggilaketika air laut menaikhati-hatilahdunia udah makin panases kutub udah mencair banyaksadarlah wahai pengrakus nikmatjangan tebangi hutan kami(hmmmm … ni komen mo disambungin kemana ya)

  32. ninneta berkata:

    ini kata-kata yang indah… tapi aku nggak ngerti… bukan salahmu kawan… aku memang bodoh untuk urusan puisi….🙂

  33. Ariyanti berkata:

    Hmmmm… Menarik ^_^

  34. Syam Oby berkata:

    hihihihibanyak yah pujangga jadi blogger^_^ sajak lautnya indah kakdi tunggu yah kunjungan baliknya dihttp://zona-ketawa-kita.blogspot.com/

  35. UMS EDUKASI RSBI berkata:

    Ku baca sajak tuk pengantar tidur malamku

  36. bintang berkata:

    hmmm tentang laut yang tak henti memecah pantaitentang pantai yang selalu setia menerima lautdalam kondisi apapunsungguh setiap pantai ke pada lautbegitu pula langit kepada bumi

  37. Ratasoe berkata:

    Mampir lg ane sob, untng ad form klasic ya sob hehe..ane lum brharil bwt ky punya sob. Entar dh ane cb lg sukses sll..ya😉

  38. Dinoe berkata:

    Met siang mas buwel..happy weekend..

  39. tukang colong berkata:

    hm..yang ku tangkep dari sajakmu gini bro:bait 1>gag selamanya sesuatu yang diem gag bisa berubah, karena perubahan adalah kekal.Bait 2>apa laut gag cape ya gerak-gerak terus? kan kasian kalo ada yang ngegambar laut jadi susah bikin sketsanya? hehe

  40. mungkin pilem popeye itu terinspirasi dari nenek moyang kita ya sobat…

  41. Yolizz berkata:

    langit dan laut… dua hal yang aku suka… memandangi langit di pantai pasti asiikkk… ^^

  42. anyin berkata:

    mereka bertemu dalam garis horizon

  43. Dhanang Arfian berkata:

    Wow… O_oPuisi… puisi…salam kenal mas…

  44. Elsa berkata:

    ah bukankah di dunia ini tak ada yang abadi?

  45. puisi nya mantap-mantap Gan… salut deh \m/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s