Mantra, Jenis Puisi Tradisional Tertua

Melanjutkan postingan di Label Budaya khususnya tentang jenis jenis puisi tradisional, sesudah Talibun, Seloka, dan Wangsalan; di postingan ini menginjak ke jenis selanjutnya, yaitu MANTRA. Dan memang yang namanya Mantra ini mungkin adalah kata bahasa yang sudah tidak asing lagi di telinga, Namun kayaknya bukan sebagai jenis puisi tradisional, cenderung ke sebatas makna jampi2, rapalan doa yang mungkin tak terkategorikan sebagai puisi atau malahan Mantranya Anggun C Sasmi.

Yang Jelas Mantra yang dimaksud disini atau definisi ataupun arti mantra adalah bentuk puisi tradisional yang tertua, yang tumbuh dan berkembang secara lisan dari mulut ke mulut. Yang merupakan ucapan sakti dukun atau pawang. Yang berciri menggunakan bahasa yang tidak mudah dipahami atau malahan bahasanya tak punya arti yang setidaknya dalam ukuran bahasa sebagai alat komunikasi.

Mantra diterima secara pasif dari orang lain tanpa di iringi oleh keinginan atau keharusan memahami artinya; yang penting adalah khusuk dalam pengucapan dan kemanjurannya. Oleh sebab itu, Mantra memberi warna yang khusus dibanding jenis puisi tradisional lainnya, karena tak memberi pesan ataupun makna khusus dan perlu menyikapinya secara khusus pula yaitu dengan menerima kehadiran mantra dalam dunia sastra tradisional Kita.

Suatu ciri khas mantra adalah ia mementingkan irama dan repetisi, yang mungkin menjadi alat untuk mencapai efek magis dan emosional. Cirinya yang lain adalah hampir tidak mempersoalkan tentang kehidupan atau nilai nilai karena mantra memang berada dalam suatu lingkup dunia gaib atau dunia misteri.

Sebagai Gambaran bentuknya Mantra ada baiknya saya ambilkan contoh Mantra yang dikutip dari Nursinah Supardo(1961); yang merupakan jenis mantra yang dibacakan sewaktu orang menabur benih di sawah.

Seri Dangomala! Seri Dangomala
Hendak kirim anak sembilan bulan
Segala Inang, segala pengasuh
Jangan diberi sakit jangan beri demam
Jangan beri ngilu dan pening
Kecil menjadi besar
Tua menjadi muda
Yang tak sama dipersama

Yang tak kejap diperkejap
Yang tak hijau diperhijau
Yang tak tinggi dipertinggi
Hijau seperti air laut
Tinggi seperti bukit kap

Mantra ini diucapkan oleh pawang dengan cara dan perilaku yang diterima si pawang dari orang lain yang mengajarimya mengenali mantra tersebut. Mantra ini dibacakan dengan maksud agar benih yang tumbuh menjadi benih yang baik tumbuhnya dan nanti akan menghasilkan padi yang banyak.(dari berbagai sumber)

Dan sebagi penutup saya alias Achen ini mengucapkan makasih tuk Mbak DELIA4ever atas awardnya, Yang maaf saya mengambilnya cuma satu, karena yang 2 lainnya keknya udah pernah dipajang.

Salam….

Pos ini dipublikasikan di Award, Budaya. Tandai permalink.

59 Balasan ke Mantra, Jenis Puisi Tradisional Tertua

  1. Ratasoe berkata:

    Brkunjung mlm bwt sobatku..wah mantra ap lg ny sob hehe

  2. Ratasoe berkata:

    Wah pertamaxx..;-)

  3. hii..ada mantra dari dukun Achen..kabur akh….

  4. Sudino Dinoe berkata:

    Makasih atas infonya mas..saya sering juga mendengar mantra-mantra ini ketika ada kegiatan adat..

  5. alamendah berkata:

    (maaf) izin mengamankan KELIMAAAXXXZ dulu. Boleh kan?!Mantra….ada mantra yang bisa bikin blog makin rame, gak ya?

  6. alamendah biru berkata:

    Ingat pelajaran sejarah sastra Indonesia…

  7. waroeng coffee berkata:

    mantra cepet dapet jodoh ada nggak bro hehehe

  8. Aulawi Ahmad berkata:

    tq infonya,selamat ewodnya🙂

  9. kristanto-wds berkata:

    Makasih infonya……………berkunjung malam hari sambil ngopi….

  10. Delia berkata:

    dulu lia pernah juga diajarin mantra2 ama nenek.. wkkakakaka…🙂 jadi mau ketawa sendiri…Ok deh mas achen… semoga persahabatan terus terjalin ya🙂

  11. Kurotsuchi berkata:

    wah… baru tau saya asal-usulnya mantra. kadang memang bingung sih apa maksudnya, tapi kalau memang regulasinya tidak untuk mempertanyakan atau berusaha mendefinisikan via tata bahasa, jadi yaa biarlah mantra tetap menjadi rangkaian bahasa verbal yang misterius buat saya😛

  12. zulhaq berkata:

    buatin mantra baru dong. sapa tau bisa ngegaet aura kasih wakakakak

  13. hehehehehe, ada mantra supaya trafik blog melonjak ngga Sob? hehehehehehehe

  14. Dimas berkata:

    walah mantra itu ternyata termasuk puisi juga toh…

  15. tapi mantra memang lebih cenderung ke jampi2 deh, baru tau jg klo itu puisi…

  16. Dhe berkata:

    kirain Mantra tu jampi2..hehehe…

  17. nietha berkata:

    Achen ini guru bahasa Indonesia ya? mantap banget pengetahuannya. Takjubbb

  18. nelli_l_yunara berkata:

    Mantra vs jampi vs…puisi?? Hehehe gue bingung!!with love

  19. richo berkata:

    mantra yang bikin tambah cakep yang mana bro🙂

  20. attayaya berkata:

    sastra yang udah begitu lamamasih bertahan sampe sekaranghmmm… ada mantra memikat cewek ga?hihihihihi….

  21. Seiri Hanako berkata:

    ulasan yang menarik..dan kayaknya mengulas mantra gini jadi banyak orderan mantranya, mashehehehe

  22. Hendriawanz berkata:

    oh ternyata gitu ya sejarahnya …trims.

  23. ocky berkata:

    hooh begitu toh chen hehehe

  24. kedai opini berkata:

    komat kamit gak gitu ya…itu puisi ya? ehehehehe…kalo puisi ada maknanya.kalo komat kamit maknanya manggil setan tuh…mampir ke blog kami

  25. meniti sukses berkata:

    itu yang bisa cuman mbah-mbah tuh…kalo yang anak muda bisanya dah ngerap…rapper ama matraer bertanding komat-kamit rame juga tuh

  26. PRof berkata:

    Merapal Mantra……

  27. Ratasoe berkata:

    Brkunjung lg ane sob..xmbi ronda..mna tw dpt mantra yg ampuh😉

  28. U-marr berkata:

    owh ternyata, mantra-mantra yang sering di baca ama dukun itu merupakan jenis puisi tradisional ya.??kiraind mantra itu, cmand asal komat-kami ajja, gak taunya ada seninya..😀

  29. dinoe berkata:

    makasih infonya mas…

  30. Dinoe berkata:

    Nice artikel mas..jd tau kalau jampi2 termasuk syair kuno

  31. selamat atas awardnya kawan..😀

  32. sapta berkata:

    makasih infonya gan.. dan selamat buat awardnya jg..

  33. Radhitya Notes berkata:

    Ganti template ya gan…? kunjungan dini hari

  34. Munir Ardi berkata:

    mantra meski bahasanya sering ngaco tapi mengandung makna dan keindahan misalnya "bacaku baca, minyakku minyak, minyakna PERTAMINA, he he wk wk wk

  35. tukang colong berkata:

    yah semua di dunia ini adalah puisi bukan?heheTapi baru tahu kalo mantra juga termasuk puisi..hm..salam kenal ya kawan

  36. mari bermain mantra (loh?)have a nice day ^^

  37. ola berkata:

    berarti mbah dukun pinter puisi tradisional ya ;p

  38. ajeng berkata:

    Ehm.. Gitu njih? *melongo*

  39. richo berkata:

    mantra bikin ga lapermakan nasi sampe kenyangpokoknya pantang pulang sebelum kenyanghehhe

  40. nuansapena berkata:

    Templatenya berubah lagi, sudah dimantrai ya!

  41. nuances pen berkata:

    Selamat atas awardnya! yang ini tanpa mantra sobat!

  42. aura keyboard berkata:

    Lain kali bila buat award kasih mantra juga!

  43. anyin berkata:

    dipikir2 iya juga sihh… wah kok jadi ikutan kuning kayak blog saya hehee

  44. ninneta berkata:

    mantra biar kurus ada nggak ya…. hehehehehe…. aku bingung deh, aku suka baca shakespeare tapi nggak bisa ngerti baca puisi indonesia.. lebih susah banget…. hehehehhe

  45. ajie berkata:

    mampir dulu ya

  46. PRof berkata:

    Malem BRo..!

  47. bintang berkata:

    wow mantep infonya.. mau pindah profesi nih chen..jadi pe mantra.cakep juga tuh keknyahahhahhahakabuuurrr

  48. UMS EDUKASI RSBI berkata:

    Puisi lama berkekuatan magis…

  49. Aishi Lely berkata:

    mom juga mke mantra2an biar obat yg diberikan dokter manjur pas diminum hehehe tp denger mom gtu jd ayem…sugesti ^^

  50. Ratasoe berkata:

    Mampir lg sob😉, ane mw cri mantara ampuh hehe..

  51. andi and riesta berkata:

    Walah…serem amat ngomongin mantra…hehehe

  52. met wiken aja..ih, komentnya gak seru ya? hehhee

  53. Dinoe berkata:

    Makasih informasinya mas…met siang ya mas..met weekend..

  54. wes..hewes..hewes…,bablas angine….itu mungkin juga salah satu contoh mantra ya sobat….betewe,matur tengkiyu atas mantra nya…

  55. Yolizz berkata:

    waahh.. aku baru tau neeh kalo ternyata mantra tuh salah satu jenis puisi tradisional toohh…😀

  56. berkunjung di akhir pekan…kalo Mantra supaya menang kontes SEO ada gak sob ? hehehheheeeHave a nice weekend😀

  57. anazkia berkata:

    wah, Buwel hebat sekarang, postingannya berubah, kepada tradisi🙂

  58. Elsa berkata:

    ya, kalo diperhatikan kata kata dalam mantra emang keren tuh……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s