Ijinkan Aku Bernafas

Ijinkan Aku bernafas
Menghirup segarnya udara pagi
Bersama melati,
Harumkan rongga dada
Segar,Surga surga sewarna sejiwa

Sewangi rindu yang pernah Kau beri
Semerbak cinta aroma nirwana

Aku disini takkan lama
Tak apa disepikan dunia
Asal bisa kupuji mentari jiwa
Aku sudah cukup bahagia
Dan Menutup mata
Dengan rela

Pos ini dipublikasikan di Puisi, Yang Mulia. Tandai permalink.

48 Balasan ke Ijinkan Aku Bernafas

  1. PRof berkata:

    Ikut berbunga2 hatiku membacanya…:D

  2. ini ceritanya tentang hidup ya mas buwel?bahwa semua manusia pasti mati,,benar ga ?

  3. NURA berkata:

    salam sobatpuisinya menyejukan sekaligus mensyukuri karunia ILLAHI,,karena tanpa izin ALLAH SWT pun,,kita masih bernafas hingga kini.betul kan mas Buwel..

  4. hryh77 berkata:

    walaupun singkat tetep keren mas puisinya.. ^^

  5. Kristanto WDS berkata:

    Senang aku membacanya… Dung dung tas pokoknya…. hehehehehehehehe

  6. nuansa pena berkata:

    Duh jangan menutup mata dulu, aku masih memerlukan puisi religi mu!

  7. nuansa pena berkata:

    Selalu kudapatkan puisi indah disini! Kutunggu yang lainnya!

  8. Violet berkata:

    yup..hidup di dunia yang fana ini memang sementara. Toh akhirnya bakal kembali ke Empunya Surga

  9. marsudiyanto berkata:

    Saya ijinkan untuk bernafas…

  10. AeArc berkata:

    sy ikutan nimbrung di puisinya mas buwel deh

  11. U-marr berkata:

    injinkan saya komment disini..terlalu.. :Dpuisi yg bagus..😀

  12. dwina berkata:

    coooo cuiiiiiittttbuat ciapa tuhkelipuk-kelipuk deh beliau hehhehe

  13. the others.... berkata:

    Tentu saja aku ijinkan utk bernafas…BTW, puisinya manis kali ini…😀

  14. reni judhanto berkata:

    Mas, ada pesan dari Shasa (yg sekarang dah tidur lelap) agar aku memberi tahu Om Buwel utk ambil award di tempatnya. Thanks..

  15. duh, melow bgt sih, wel. nih bawakan sapu tangan buat ngelap air mata dan ingus. tapi jgn dibalikin ya.

  16. sauskecap berkata:

    waduh saya sering lupa ijin nafas, dan sering lupa berterimakasih

  17. Aulawi Ahmad berkata:

    indah, bernada beda dgn yg biasa🙂

  18. merli berkata:

    salam kenal mas….bagus…..aku suka membacanya,,membuat semangat tuk meraih mentari jiwa..=]

  19. ekyn sempoi berkata:

    salam ukhwah.ala buwel..ekyn da izinkan ni haha;)

  20. Blog GABUS berkata:

    hebuat nih…ini ceritanya seneng atau sedih?Aku takut salah komentarSalam, mas buwelDari bocah Magetan, Fauzan NR

  21. anyin berkata:

    alhamdulillah masih diizinkan hidup

  22. RanggaGoBloG berkata:

    yah,,, ijinkan aku komen ya mas buwel… hehehehehe

  23. Kang Sugeng berkata:

    pasti saya ijinkan koq Kang,..

  24. SeNjA berkata:

    keren,singkat ,padat tapi maknanya nyampe mas ^^

  25. JengSri berkata:

    Ijinkan aku untuk membaca ini mas wel ^____^

  26. Hendriawanz berkata:

    bernafas menandakan syukur untuk kesempatan hidup dan berusaha menajadi labih baik di hari inisemoga kita makin menjadi baik dan makin baik. dari hari ke hari

  27. Ali Mas'adi berkata:

    nggak perlu minta ijin lagi bang..udah dikasih ijin seumur hidup..

  28. AISHALIFE-LINE berkata:

    maksudnya menutup mata untuk tidur sementara kan bro?bukan tidur selamanya? heheh

  29. Anas berkata:

    Puisi yang bagus mas, Rasanya hari ini kita diberi kesempatan berbnafas lagi sehingga Anas bisa komentar di dini. Hehehehe

  30. Alrezamittariq berkata:

    so sweet n indah…sangat menyegarkan di pagi hari ini…

  31. darahbiroe berkata:

    puisina indah ikud bernafas menghirup segarnya udara pagi hari iniberkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihhh😀

  32. Ijinkan saya mampir untuk menghirup sejuknya puisi2 mas Buwel…

  33. Dhe berkata:

    Duh..indahnya hidup ini.meski makan sekali sehariasal masih bisa bernafassmua mesti disyukurihingga nantihingga mati:D

  34. phonank berkata:

    Satu hal nikmat Tuhan yang kita lupa, bahwa kita bisa bernafas.Jangan sepelekan ikmat Tuhan yang amat besar ini

  35. ajeng berkata:

    Suka dengan puisinya yg ini. Terima kasih untuk tausiyah singkatnya..

  36. Abi Sabila berkata:

    nafas, sangat dekat dengan kita, bahkan tanpanya apalah artinya kita. namun sayang, karena kedekatannya, karena kebiasaanya, dan karena kehadirannya yang tak terasa, terkadang kita lupa bersyukur kepada yang memberikannya kepada kita

  37. Lilah berkata:

    Emang mas buwel mo kemana ? jangan ditinggal donk..

  38. ninneta berkata:

    Hai,datang mau ngucapinhappy lunarhappy valentine's dayhappy ash wednesdaybuat yang merayakan, yang nggak merayakan semoga bulan penuh cinta ini selalu membawa kebahagiaan dan kedamaian…Ninneta

  39. richo berkata:

    wuhhh aroma nirwana……… kaya apa yah… nikmatnya bisa bernafas yah

  40. Elsa berkata:

    aku sungguh dalam keterbatasan untuk mengerti…oh, maklumilah keterbatasanku ini

  41. narti berkata:

    semoga hidup yg singkat ini diisi dengan kebajikan.

  42. sda berkata:

    semoga kita termasuk orang2 yg beruntung, hidup cuma sebentar.

  43. genial berkata:

    pasti saiia akan dengan senang hati bang buw.. mengizinkan bang buw tuk terus bernafas… oalaaaaaaaaaahhh… sopo tokh aku nii?!??!!?!?!😦

  44. attayaya berkata:

    bernapaslah dengan baik selagi masih diijinkan Sang Pemilik Napashmmm…

  45. cah ndueso berkata:

    tidak saya ijinkan,hahaha…matio.aku yo posting puisi kang komentarono,sek blajar iki,hehehe

  46. Ocky Fajzar berkata:

    😀 nice, selalu bersyukur apa yang telah didapat

  47. Elsa berkata:

    monggo monggo… silahkan bernafasselama udara itu gratis. hehehehee

  48. nuansa pena berkata:

    nafaslah dengan dzikir!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s