Kamukah Akukah

Di rumah gedung bersulam permadani
Berwarna merah anyir tiada jeri
di rumah kardus di rumah si petani
Beralas tanah sudah tiada almari

Kamukah Akukah bukan anak lagi
Bukan di rimba bukan binatang
Bila Salah usah larikan pagi
Senja itu pasti akan datang

Kamukah Akukah O Sang Jalang
Bila keadilan pun terlupakan
Kau arak Aku arak binatang
Itukah wahai penyelesaian?

#######
*www.ceritainspirasi.net

Pos ini dipublikasikan di cerita inspirasi, puisi asal. Tandai permalink.

18 Balasan ke Kamukah Akukah

  1. a-chen berkata:

    @Mas Jodie, maaf belum sempet ndaftar nya, soalnya cerita inspirasi mendadak dikunjungi sulit disini.. mudah2an besok bisa di daftarkan…

  2. Hendriawanz berkata:

    masihkah berharap ketika keadilan sudah terlupakan?

  3. Aulawi Ahmad berkata:

    nah ini baru a poet from north, dah lama kali tak dengar puisi yg seperti ini lagi…

  4. aduh, masih gak mudeng nih. met wiken chen. kenapa jadi inget Gus Dur?

  5. lupa, bawain kue keranjang berikut keranjangnya. hehehee

  6. o ya, kalo kasih gorengan mesti ada rawitnya ya. yg pedeees.

  7. ini cerita antara si miskin dan si kaya ya?mantap kata 2nya saya tidak pernah bisa membuat kata2 sebagus itu a-chen

  8. soewoeng berkata:

    wah sarkastisbinatang dan arak jadi satu

  9. Dees berkata:

    salam kenalsepertinya terlalu egois ketika kita memetakkan antara "aku" atau "kamu"

  10. anyin berkata:

    mampir kesini kok malah ingat si mbak yaa :p

  11. alamendah berkata:

    Keadilan, kadang saya pun mempertanyakannya.

  12. Semoga saja supremasi hukum tetap ditegakkan.

  13. keadilan? Ah… di negeri ini rasanya itu hanya milik orang yang punya duit berlimpah dan kekuasaan tanpa batas…

  14. waroeng coffee berkata:

    koruptor memang "jalang" tak berperi tak berbudi!!!

  15. AISHALIFE-LINE berkata:

    entah lah bro,ikut puyeng juga hehehe.Nice poem.

  16. Dhe berkata:

    ini puisi tntang sang koruptor yah? pejabat2 yang menikus tikus yah?

  17. Joddie berkata:

    hmmm.. tentang kesenjangan.. tentang perbedaan.. hmm..btw, makasih atas partisipasinya yaaa… ^^

  18. Ivan Kavalera berkata:

    Sarat makna. Puisi keren, sob.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s