Sampai kapan malam ini kau jelang?

Malam malam mu menjelang berlubang
Meremang suram tajam
Langkah terlunta
Gerimis basahi pintu gerbang hitammu
Kau lihat langkah awalmu datang
Jejak air mata, Darah
Diajeng, ‘Sampai kapan malam malam ini kau jelang?

Garis takdir tenggelam di kubangan
Perihmu semakin membayang
Kau tengok lagi jejak awalmu datang
Mengapa kini hanya jurang?
Diajeng, Inikah malam penghabisan?

Pos ini dipublikasikan di puisi asal. Tandai permalink.

30 Balasan ke Sampai kapan malam ini kau jelang?

  1. a berkata:

    wah baru pertama berkunjung langsung minat pada blog.sukses selalu mas a-chen

  2. alamendah berkata:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!Malam penuh bintang pasti segera datang, kok.

  3. paksuu berkata:

    azam tahun baru ke a-chen?

  4. Ocky Fajzar berkata:

    selamat tahun baru a-chen, namanya juga hidup gak bakal selamanya mulus, nanti lubangnya aku bantu tambeli deh😛

  5. Aulawi Ahmad berkata:

    kata orang2 bijak, penderitaan itu pasti ada akhir, sedalam, sebanyak apapun air mata dan darah🙂 met taon baru a poet from north🙂

  6. Jimox berkata:

    hmmm…. kata-katanya mengena banget sob…🙂

  7. Yolizz berkata:

    kata2nya manis bangeeett… ^^

  8. rony danuarta berkata:

    kata2 katanya bagus banget…….

  9. mantap..diajengnya siapa nih? salam buat diajengnya ya.

  10. anyin berkata:

    hayoooo buat siapaaaa hihihi

  11. Mamah Aline berkata:

    aduh… makna nya dalam banget, siapa tuh diajeng samapi bisa membuat rangkaian kata jadi indah

  12. attayaya berkata:

    jangan ada malam penghabisan.:8:8

  13. updateeeee…hi hi hi…

  14. Rinie ◕‿◕ berkata:

    poetry na baguss^^ met tahun baruuu^^

  15. ajeng berkata:

    Tetep… Enggak ngerti😦

  16. Ivan Kavalera berkata:

    Semoga bukan malam penghabisan sebab aku akan selau datang padamu.

  17. Puisi sarat makna yang sangat dalam.hanya orang yang mempunyai apresiasi tinggi yang bisa mencerna….mantap sobat…..

  18. dasir berkata:

    Lama tidak ke sini Chen..maaf ya sekali lg maaf.Puisi yang indah,,lama aku tak bikin puisi..makasih ya atas kunjunga dan komentarmu.Salam hangat selalu

  19. soewoeng berkata:

    yah kok berpisah?

  20. Sudino Dinoe berkata:

    Kata-kata yg indah mas..selalu penuh makna…

  21. aziz berkata:

    bkn penghabisan tapi penantian,

  22. mocca_chi berkata:

    kata orang, hidup datar tanpa penderitaan ga seru, tp ak memilih hidup datar saja, jdi ga adayg namanya skait hati macam puisi ini. hiksss

  23. rizky berkata:

    tetap semangad😀 jalan terus

  24. attayaya berkata:

    met sore semuaaaaaaaaaaaadah pada mandi belooom>?????

  25. di sini malah musim dingin ya? hehehe

  26. Sudino Dinoe berkata:

    Malam tadi bertabur bintang….met pagi mas..

  27. devianty berkata:

    Pagi yang cerah menyambut sahabat blogger semuanya…malam hujan!

  28. Dhe berkata:

    Keren… salam manis bwt diajeng😀

  29. Hendriawanz berkata:

    Lum ada yang baru mas..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s