Lirik Untuk Yang Mulia

Nafasku merindumu

membeku menusuk kalbu

Diantara padi menguning

disela kicau kepodang kuning

Ingin ku lepas dekap

Namun langit seolah menjerat

Diantara ombak2 membukit

Di relung hati sakit menjerit

Engkaulah penjelajah samudera hati

Tuturmu nyalakan lentera surgawi

Teruntuk hati hati hampir mati

O, Sesak hati bila ku akhiri

Tak mungkin bila ku pergi

Kental doa mu mengalir tanpa henti

Pos ini dipublikasikan di puisi asal. Tandai permalink.

35 Balasan ke Lirik Untuk Yang Mulia

  1. suryaden berkata:

    semoga keyakinan itu selalu terjaga…

  2. wah tulisan yang indah🙂 hehehe semangat!

  3. Tisti Rabbani berkata:

    suaraMuterdengar sayusayup,diantara langkah yang semakin cepatrindu menggantungaku bergegas pulang….

  4. Tisti Rabbani berkata:

    pulang dulu yaa…mau subuhan…puisinya bagus bngt🙂

  5. dasir berkata:

    Pagi hari kubuka mata,kurasakan hangatnya,harum perhatian dan cinta..lalalalalala..hehehe,apa kbr sister?puisi bgs gt dibilang asal..gmn kalau g asal,.pa jd jelek ya?xixixi

  6. zulhaq berkata:

    mata hanya bisa memandang, mulut hanya bisa berbiacara, telinga hanya bisa mendengar, kulit hanya bisa meraba, tak ada satupun dari mereka yang mampu menentukan segalanya. semua ku pasrahkan pada yang kuasa🙂

  7. Ari berkata:

    Koment-nya harus Puitis ya ?Waduh Lagi Gak karuan nih Batin.Tapi perlu KAU tahuCintaku pada-MU.Seiring tarikan Nafasku.Bahkan ketika Detak itu kelak menghilangRinduku hanya untuk-MU

  8. newbiedika fly berkata:

    wah .. puisi nya keren tuh …

  9. Fajar berkata:

    Kaulah penguasa alam, Langit dan Bumi Sujud Pada-Mu, Kau yang Maha memberi segala nikmat kepada kami….

  10. SEOnesia berkata:

    Yang Mulia siapa nizh?

  11. nana^site berkata:

    mulia itu ditujukan pada sapa ya?kalau pada Sang Pencipta, kok Mu pada awal bait g besar y?(maaf lok salah)but tulisannya bagus bgt..jika itu ditujukan pada Sang Esa, katanya dari tiap kata yg diikhlaskan itu berpahala low…Hm..palagi bulan ramadhan ini.oya, mkasiy ya ats kunjungannya.

  12. Peluang Daniel berkata:

    blogwalking ke temen-teman baru, salam kenal🙂

  13. puisinya keren abis, nih Wel..eh, Achen…duh, salah lagi.

  14. patahati berkata:

    A-chen.Saya tak bisa berpuisi sore nich. Senang bisa berkunjung kerumahmu.

  15. Narzis Blog's berkata:

    Wuiiih, Blogger sekarang makin banyak aja yang puitis…Huhuhu, diriku malah gak tau nulis puisi….Gak ada bakat…Btw, itu puisinya untuk Yang Diatas bukan..??

  16. Zumairi berkata:

    doa mu atau doa ku?…

  17. eMo berkata:

    senengnya..ada yg mengaliri doa..

  18. Oelil berkata:

    puitis sekali dirimu huhuhu…jadi trenyuh…kunjungan balik ya

  19. Dinoe berkata:

    Doa yg tulus , seharusnya memang tiada henti…nice puisi mas…met makan sahur…

  20. moh karis berkata:

    bagus sekali puisinya. kasih tips untuk nulis puisi yang bagus donk kawan???

  21. vie_three berkata:

    teruntuk hati hampir mati…. keren banget puisinya, aq suka puisinya….😀

  22. Yudie berkata:

    puisinya keren… jadi bingung mau komennya…😀

  23. wh berkata:

    Wua….kerenEnggak bsa komeng apa2Nice mas buwel eh aa^

  24. Rachel berkata:

    Engkaulah penjelajah samudera hati ….Amazing … bro.Salam

  25. Violet berkata:

    a-chen, kamu kenapa? Ya sudah, klo gitu jangan pernah diakhiri dan jangan pernah pergi.dalem banget dah puisinya. ^_^

  26. nelli_l_yunara berkata:

    Kepodang bernyanyi di ujung surauLagu langit ciptanyaAku tersenyum sambut sinarmuUntuk sahabat dari jauhsalam

  27. Linda Belle berkata:

    ini puisi ttg apa ya…maap kelamaan (sok) hiatus jadinya agak2 error hehehe…

  28. arkasala berkata:

    wih hebat puisinya. Bro ajarin aku bikin puisi sampai sekarang gak bisa-bisa he he. Tks. Salam

  29. Ibnu Mas'ud berkata:

    Keren banggettt nih….

  30. lagi usil berkata:

    wah, tobat! bagus sekali bro puisinya, saya manggut2 hehehe…. *lagi seneng nulis puisi juga*

  31. st_hart berkata:

    namaNya, memang tak pernah habis disyairkan.

  32. sawali tuhusetya berkata:

    orang jawa bilang, ajining diri ana kedaling lathi. semoga kita bisa menjaga lidah kita agar tidak membuat orang lain jadi jijik dan muak.

  33. NURA berkata:

    salam sobatbagus puisinya..memnag ya jijik kalau hanya untuk meludah.Ada AWARD sederhana untuk ACHEN,,,mohon diterima ya,,di blog NURANURANIKU,trims.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s