Dikaukah itu…

Dikaukah itu yang simpati

Mencoba berlabuh di hati

Terdampar terlempar di keruh hati

Dikaukah itu yang hadir di bumi

Menjala cinta menjaring nurani

Terhempas terlepas pergi pergi

Dikaukah itu sepertiga hati

Beraroma melati di penuhi lautan imagi

Tersayat terrobek mengintip jeri

Dikaukah itu stimultan emosi

Membakar bersenyawa ekspresi

Terluka tertawa terhina mati

Adakah senyuman itu menanti

Biar bebas teriakkan

Merdekalah hati


TAG : “PUISI” , “PUISI CINTA” , “PUISI RELIGI”


Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

72 Balasan ke Dikaukah itu…

  1. bunga raya berkata:

    waw dalam banget sob artinya…salut deh..heningan malam yang membuatku melayang setelah baca tulisan sobat

  2. abah berkata:

    waw keyen abisss..abah sampai ngiler bacanya

  3. cempaka berkata:

    ajarin donk sobat cara buat syair yang kaya ini…terpukau saat ku baca

  4. RanggaGoBloG berkata:

    Wah dalem juga puisi kang buwel.. Saya sampe bc berulang kali biar paham..

  5. MERDEKA! MERDEKA! (kata-kata terakhir) hehehe makna yang bagus ;D

  6. JengSri berkata:

    waduh mudah2an dianya ngerti yamaju terus mas welaku didepanmuhehehheheh

  7. Gak kebayang apa yang dirasa mas buwel nih pas merangkai bait2 syair ini. Great sense mas..

  8. Telinga menuntut suara. Mata menuntut panorama. Lidah menuntut makanan dan minuman lezat penggugah selera. Lalu apa yang dituntut hati ? Hati menuntut cinta. Tetapi hati tak akan pernah mendapatkannya. Kecuali telah bersih dari debu-debu nafsu yang melekati permukaannya.Wah ngawur lagi nih…. nggak nyambung banget.Aku nggak bisa nyusun seperti kamu well.

  9. ajieee berkata:

    puisi terus

  10. mocca_chi berkata:

    bukan aku ya, aku cuman mau liwat diblogmu, baca dan komentbukan aku yaaaa

  11. nietha berkata:

    iri banget ma mas buwel, stock kata2 indahnya kok ga pernah habis ya??

  12. bisa tepar nih yg dikasih puisi kyk gini. indah bangeeett

  13. bukan aku mas..aku nggak tau apa-apa..

  14. riosisemut berkata:

    Iya bener, itu aku Wel, hahaha…tak gendong kemana mana,… hahaha…

  15. Dinoe berkata:

    Mantap puisinya mas…penuh makna ..

  16. AzzaaM berkata:

    puisinya bagus tu, apalagi dihias dengan bintang berjatuhan.asli, makin tambah keren..:hening:jadi seneng berlama-lama disini🙂

  17. J O N K berkata:

    ayo merdekakan hati, merdeka !!!😀

  18. Fanda berkata:

    duhh..terhanyut deh..Kamu makin ahli aja berpuisi!

  19. KangBoed berkata:

    Woooooow.. kereeeeeeenxxxxzzz.. ini baru namanya buweeel.. dahsyaaaaaat weeeel.. beneran dah kamu sahabatkuSalam Sayang

  20. KangBoed berkata:

    Sahabat.. sungguh dikau mengertiMakna kehidupan tertoreh jelasPegang teguh dan pertahankanRaihlah kebersamaan nan suci murniJiwa Jiwa Tenang damba kedamaianTiada bernilai tiada tergantikanHanya Hati Hati yang HIDUP diDIRIMereka berteriak kuat MERDEKAAAA !!Salam SayangSalam Rindu untuk sahabatku

  21. Newsoul berkata:

    He, semoga keruh di hati segera sirna, berkat yang si simpati tadi.

  22. Susy Ella berkata:

    wuiiiihhh……puisi teruuuus heehhhehjangan2 buwel lagi…..mmmmm hehheh

  23. YolizZ berkata:

    wew,, mas buwel makin jago bikin puisinya… puitis abis euy!!

  24. ajieee berkata:

    mas buwel lankali ajarin saya bikin puisi ya

  25. Hei…..Ini benar adalah dakuyang hadir dalam gugumengintip di relung kalbuhanya sekedar menegurmubukan ntuk bilang i love u.he-he-he .nice poem

  26. ♥ Neng Aia ♥ berkata:

    iyah ini aku..kok kamu tau??oow aku ketauan..hihihi

  27. IjoPunkJUtee berkata:

    Senyum sebatas sang mentari…menanti datangnya pagi, berpacu dengan sang rembulanmenghias langit di antara gelap dan terang…

  28. ijoroyoroyo berkata:

    Ah, kawan, sekali ini,torehanmu melangit tinggi,tak sampai benakku mengerti…

  29. Ariyanti berkata:

    Aduuh… Selalu "terpaku" kalau baca puisi dirimu🙂

  30. kakve-santi berkata:

    sajak dengan akhiran i semua…iiiiiiiii….:D

  31. NURA berkata:

    salam sobat..sangat romantis dan mengagungkan cinta nich ,,

  32. neilhoja berkata:

    widiwh……. perlu belajar banyak dari kang buwel nih, heheheh

  33. reni berkata:

    Makin ahli aja bikin puisinya..!!Semoga yang dirumpiin merasa… ^_^

  34. cebong ipiet berkata:

    ya begitulah…:D (uwopo ne bong?)

  35. Tukang Komen berkata:

    hick…. dalem banget kata-katanya… sampe gak tau harus ngomong komen apa….

  36. wel, miss gaptek udah update tuh. kekekkkkk….

  37. anak nelayan berkata:

    baca puisi lagi ahhh

  38. Qumfullboy berkata:

    wew…keren menyentuh bangget….salam kenal..

  39. aduh..terkesima sebentar

  40. irmasenjaque berkata:

    keren bsnget buwel….siapakah dikau itu yg sampai membuat sobatku ini menuliskan puisi sekeren ini…?? hehe…keren bgt !

  41. Risefa berkata:

    tumben buwel postingannya ngga pake backlink. udah kebanyakan yah award backlink nya…

  42. Radill berkata:

    puisinya sangat menyentuh..

  43. AzzaaM berkata:

    haduh…sedih yah…

  44. Aldi berkata:

    syairnya…menyayat hati…

  45. andie berkata:

    dalam banget tuh sob!!HAJAR!!!!keren!!!!!

  46. KangBoed berkata:

    Hati yang HIDUP.. MEMERDEKAKAN JIWA..Salam Sayang Sahabatku

  47. azarre berkata:

    pinter buat puisi ya boss…salutt kata2nya lumayan dalam…

  48. azarre berkata:

    BTW, Salam kenal… ini untuk pertama kali saya datang ke blog ini…

  49. harry seenthing berkata:

    Wow tulisana kang bis klepek 2 nh yee

  50. attayaya berkata:

    merdekalah hatidamai dibumidi tempat priandhani ada yg bagus tuh

  51. Antaresa berkata:

    puisi yang bagus

  52. Quinie berkata:

    akulah itu…yang memakai operator simpati😀

  53. ajieee berkata:

    mampir aja ya kang

  54. ajieee berkata:

    eh dateng lagi

  55. ajieee berkata:

    update donk kang

  56. AWS_ngofaTIDORE berkata:

    puisinya lmayan well, punya bakat jadi penyair gendeng…

  57. manusiahero berkata:

    Bebas Merdeka…

  58. stop dreaming start action

  59. suryaden berkata:

    wedian.. puisimu.. mari teruskan dan merdeka untuk diri sendiri…

  60. mocca_chi berkata:

    merdekalah hati, aku suka kata yg itu duh… kapan hatiku merdeka ya….. keknya harus memproklamasikan hati dulu, baru merdeka. hiii

  61. sibaho way berkata:

    pekerjaan para pujangga, membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit :)) ampuuuun….

  62. dwina berkata:

    merdekalah hatiseneng ma kalimat ini. kapan yah bisa merdekakan hati dari dosa….? biar hati bisa bernafas lega dan gak perlu sesak oleh napsu negatif yg rakus menggerogoti hati yang sebelumnya suciAstagfirulloh…

  63. ♥ Neng Aia ♥ berkata:

    mampirr.. nungguin puisi berikutnya…

  64. p.h.i.e berkata:

    butuh translater puisi ki aku (doh)

  65. wiyono berkata:

    Sungguh luar biasa posting anda, membuat banyak pembaca tercengang mestinya..oke bro selamat beraktifitas dan jangan lupa kunjungan balik..atau sekedar membuat link.Saya akan terus berupaya membuat semangat dengan posting model seperti ini. Terimakasih salam kenal dari kami blogger pemula banget.

  66. ajieee berkata:

    cepetan update

  67. vie_three berkata:

    yg namanya ikau itu selalu suka mengusik hati ya mas buwel….. xixixixi

  68. lho…aku blum follow kamu toh? halaah..maaf…lupa lagi nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s